Pengalaman Kehamilan dan Persalinan Pertama Bersama Ibupedia




Saya sedang hamil usia 7 bulan

Menjadi seorang ibu hamil yang masih bekerja tidak selalu mudah untuk saya lakukan. Apalagi, ini merupakan kehamilan pertama saya, setelah penantian dua tahun. Terkadang deadline pekerjaan yang membuat saya harus pulang lebih lama dari biasanya menjadi tantangan di masa kehamilan saya. Dimana saat itu saya ingin tetap produktif dalam bekerja, namun tetap menjaga kenyamanan dan kesehatan janin saya. 

Jujur saja, selama hamil saya rajin membaca artikel di Ibupedia  karena ini kali pertama saya jadi bumil. Saya sangat butuh banyak informasi akurat tentang kehamilan dan persalinan pada waktu itu. Ibupedia menjadi panduan saya, dalam mencari informasi yang akurat serta tips untuk bisa nyaman saat hamil dan melahirkan.

Nah, saya pribadi pun mempunyai beberapa tips dalam menjaga kehamilan saya agar tetap aman dan nyaman selagi bekerja. Berikut tips yang dapat saya berikan. 

Informasikan kepada Atasan dan Rekan Kerja tentang Kehamilan 

Sumber: Firmbee.com  Unsplash

Sebagai Ibu hamil yang masih bekerja ini menjadi poin yang utama. Saya memberitahu atasan dan rekan kerja saya sejak awal kehamilan, dengan tujuan agar mereka mengetahui dan lebih mengerti kondisi saya sebagai Ibu hamil. Benar saja, pekerjaan saya jadi dapat disupport oleh rekan kerja saya, walaupun terkadang saya telat pulang karena memang deadline pekerjaan tersebut harus saya yang selesaikan. Atasan saya juga pengertian dan memaklumi keadaan tersebut. 

Selalu Sarapan Pagi 



Saya tidak pernah skip untuk sarapan pagi. Tidak hanya janin yang butuh nutrisi setiap pagi, Ibu hamil yang bekerja sangat membutuhkan energi yang optimal setiap paginya. Beruntungnya saya tidak merasakan morning sickness di pagi hari selama kehamilan. Mualnya malah di sore hari, setelah pulang dari kantor. Meskipun mual sampai muntah, Ibu hamil tetap harus mengonsumsi makanan sehat walaupun sedikit. 

Rutin Minum Air Putih



Sebelum hamil saya juga sudah rajin minum air putih bisa sampai 2 liter sehari. Menurut, National Academies of Medicine, Ibu hamil harus tetap terhidrasi dengan mengonsumsi air putih sampai dengan 10 sampai 12 gelas atau setara dengan 3 liter sehari. Pengalaman saya selama hamil, minum air putih rutin sangat membantu mengurangi mual. 

Rutin Konsumsi Vitamin untuk Ibu Hamil 



Mengonsumsi vitamin selama masa kehamilan sangat penting untuk tetap dapat mencukupi kebutuhan nutrisi Ibu dan janin. Vitamin yang saya konsumsi sesuai dengan resep yang diberikan oleh dokter spesialis kandungan yang menangani kehamilan saya. Adapun vitamin Ibu hamil tersebut mengandung asam folat, zat besi, kalium iodide, omega 3, kalsium dan nutrisi lainnya yang bermanfaat untuk perkembangan janin. 

Selain masih bekerja, tantangan saya sebagai ibu hamil lainnya adalah harus mengemudi mobil setiap hari. Pada usia kehamilan saya enam bulan, suami saya mendapatkan pekerjaan impiannya di luar negeri. Sehingga, saya wajib untuk mandiri, sebab saya dan suami tinggal di Batam dan keluarga kami menetap di Medan. 

Setiap hari kerja, saya mengemudi mobil kira-kira total 2 jam sehari. Pada saat weekend, kalau lagi bosan di rumah, saya juga mengemudi mobil sendiri, sekedar refreshing ke mall untuk makan atau belanja. Saya benar-benar merasakan manfaat dari vitamin hamil yang rutin saya konsumsi. Saya masih bisa kemana-mana sendiri, kuat dan sehat menjalani hari-hari pada masa kehamilan. Jadi, bumil selalu ingat ya, untuk rutin minum vitamin kehamilan. 

Manfaatkan Jam Istirahat 



Selain makan siang, jam istirahat kantor saya manfaatkan untuk rebahan. Dengan memanfaatkan sisa waktu istirahat siang 15 sampai 20 menit sangat membantu saya dalam mengatasi kelelahan dan stress kerja. Kebetulan di kantor saya ada relaxing room buat karyawan. Jika tidak ada, bisa juga sandaran di kursi kantor, senyaman Ibu saja. 


Rutin Periksa Kehamilan 



Tidak hanya pada Ibu yang bekerja, memeriksakan kehamilan ke dokter sudah seharusnya menjadi agenda wajib para Ibu hamil. Link ibupedia Pada trisemester awal dokter akan memastikan kehamilan, memastikan usia janin, menghitung hpl dan memeriksa detak jantung janin. Jika ada yang tidak normal pada janin dapat diketahui dengan cepat. Saya rutin memeriksakan kehamilan sesuai dengan janji temu dengan dokter. Hal ini juga membuat rasa aman dan tenang bagi saya yang masih bekerja. Jadi, saya tahu perkembangan janin saya dan kondisi kesehatan saya sebagai Ibu hamil. 

Ketika Mood Swing Datang Tiba-tiba



Tak jarang saat bekerja mood swing pun melanda. Selain faktor pekerjaan yang dapat memicu kelelahan, perubahan bentuk tubuh pun menjadi perhatian saya, sewaktu masa kehamilan. Nah, buat para Ibu hamil yang sering mengalami perubahan suasana hati secara drastis dan tiba-tiba (mood swing), bisa baca artikel dari Ibupedia nih tentang moodswing dan cara mengatasinya (bisa di-klik ya). Lengkap banget membahas apa itu moodswing dan faktor penyebabnya sampai bagaimana agar Ibu hamil dapat mengatasi moodswing tersebut.


Masa Persalinan

Saya memilih melahirkan di Rumah Sakit Ibu dan Anak di kota Medan, tempat tinggal saya. Sebelumnya, saya sudah booking kamar RS dulu sesuai dengan HPL  yang telah diperkirakan dokter. RSIA tersebut juga menyediakan fasilitas senam hamil untuk Ibu hamil yang usia kandungannya telah memasuki 8 bulan. Sekali seminggu, saya juga mengikuti senam hamil yang bertujuan mempermudah persalinan. 

Saya juga menyiapkan list hospital bag, sebulan sebelum saya melahirkan. 
Barang-barang yang saya persiapkan dalam hospital bag

Perlengkapan Ibu 
  • Baju untuk pulang, underwear, bra menyusui. RS menyediakan baju ganti untuk saya. 
  •  Korset pasca melahirkan 
  • Pembalut bersalin untuk masa nifas 
  • Handuk 
  • Identitas, ATM, dokumen penting, seperti tanda terima booking kamar RS 
  • Handphone beserta charger 
Perlengkapan Bayi 
  • Baju untuk pulang,sarung tangan, kaos kaki, topi, selimut bayi. Selama di RS, disediakan baju untuk bayi. 
  • Bedong 
  • Gendongan 
  • Diapers untuk pulang (selama di RS diapers juga disediakan) 
  • Ibu dapat menambahkan cairan disinfektan, handsanitizer dan perlengkapan sterilisasi lainnya, karena kondisi sekarang, kita tengah dihadapkan dengan pandemic Covid - 19. 

Persalinan Caesar 

Permata Hatiku

Tibalah hari dimana saya akan bertemu buah hati saya, yang ternyata lahirannya tidak sesuai HPL, maju dari perkiraan lahir. Sedihnya pada saat itu suami saya tidak bisa menemani, karena sedang dinas di luar negeri, jadilah suami saya baru bisa berangkat saat hari saya lahiran. 

Sesampai di rumah sakit saya dan orang tua saya kaget, ternyata sudah pembukaan 3. Sebelumnya di rumah, belum ada flek, hanya kontraksi setiap 10 menit sekali. Dari awal saya sudah mempersiapkan diri untuk persalinan normal. Namun, tekanan darah saya tinggi pada saat itu. Akhirnya, saya melahirkan permata hati saya secara caesar pada tanggal 5 November 2019, pukul 11.20 WIB. 

Pasca Operasi Caesar 

Selama di RS, kebersihan tubuh saya dirawat dan dibersihkan oleh perawat. Meskipun operasi caesar, dokter tetap mengarahkan untuk IMD (Inisiasi Menyusui Dini) dan berhasil saya jalankan dibantu oleh para perawat. Hari kedua, saya sudah dilatih mengangkat badan untuk duduk di tempat tidur. Kemudian hari ketiga, saya sudah lepas kateter urine. Tujuannya agar saya dapat belajar berjalan minimal ke kamar mandi. Hari keempat, saya sudah boleh pulang ke rumah, dan sebelum pulang perban luka operasi caesar saya diganti oleh dokter. 

Selama di rumah, syukurnya saya sudah bisa berjalan normal tetap memakai korset pasca melahirkan. Walaupun terkadang nyeri, namun tidak berlangsung lama. Setelah seminggu, saya kontrol ke dokter untuk membuka perban bekas luka operasi saya. Jahitan saya tidak ada masalah. Dokter meresepkan krim untuk merawat bekas jahitan operasi saya. 

Nah, bagi para Ibu yang sedang hamil tapi masih bekerja, tetap semangat ya. Jangan panik, jaga terus kesehatan dan kenyamanan Ibu dan janin sampai proses lahiran dengan selamat. Perbanyak informasi seputar kehamilan dan persalinan, baik dengan membaca buku, konsultasi dengan dokter, dan tentunya bisa akses situs yang berisi segudang informasi tentang dunia per-ibu-an di Ibupedia.  

Ibupedia sangat membantu saya yang jauh dari keluarga selama masa kehamilan dan menjelang persalinan. Keluarga saya di Medan, suami saya di luar negeri saat itu, jadi mau sharing tentang kehamilan juga harus disaat waktu luang. Jika timbul pertanyaan dalam benak saya tentang kehamilan, solusi tercepat saya pada saat itu dengan akses artikel di Ibupedia. 

Tak hanya seputar kehamilan dan melahirkan, Ibupedia juga banyak menyajikan informasi soal MPASI, anak, keluarga serta parenting. Selain mendapatkan informasi yang akurat, membaca artikel di Ibupedia juga dapat membangun mood dan pikiran saya untuk stay positive. Semangat buat para Ibu yang akan segera melahirkan. Happy Motherhood.  

Tidak ada komentar:

Diberdayakan oleh Blogger.