Skip to main content

Captain Marvel Movie Review





Spoiler Alert
Tulisan ini mengandung spoiler. Jadi, bagi kamu yang belum sempat nonton, dan ga kepengen di-spoiler, close deh blog saya ini secepatnya.. 😂😂

Captain Marvel telah tayang perdana tanggal 6 Maret lalu di seluruh bioskop Indonesia. Dikisahkan Carol Danvers mengalami kecelakaan pesawat yang membawanya kepada bangsa Kree, dan menjadikannya wanita berkekuatan super.

Jangan berekspektasi lebih untuk film superhero wanita pertama besutan Marvel Cinematic Universe ini. Tonton saja dan nikmati filmnya, karena film ini juga bersetting tahun 90an.

Menurut saya, karakter Captain Marvel terlalu flat disini, ya biasa biasa aja sih. Wanita superhero, yang katanya memiliki kekuatan melebihi superhero Marvel lainnya.. tapi ya gitu kok kurang greget ya 🤔🤔

Namun saya tetap menikmati kok filmnya, merupakan bridging yang bagus lah untuk Avengers: Endgame yang akan tayang April nanti.

Intro pembuka film ini sempat menyentuh hati saya, ketika sang kreator  dimunculkan dalam kenangannya sebagai cameo di berbagai film Marvel.

Thank you Stan Lee 😊

Di pertengahan film, akan dimunculkan karakter Dr. Wendy Lawson, yang sampai sekarang saya masih bertanya-tanya.. Apakah Dr. Lawson emang bangsa Kree, atau layaknya Carol yang awalnya manusia biasa kemudian menjadi Kree? 🤔

Kemudian, dalam film ini juga akan ditemukan penyebab cacatnya mata Nick Furry 🐈

Overall, film ini tetap ada sentuhan humor khas Marvel. Hanya emotional point Captain Marvel kurang dapet aja daripada superhero lainnya yang biasanya digambarkan dengan banyak pengorbanan. Tidak hanya manusia berkekuatan super.  Namun, Captain Marvel tetap menjadi wajib ditonton untuk Marvel fans. 😉

Mampukah Captain Mar-Vell melawan kekuatan Thanos dengan 6 infinity stones nya?

Sampai ketemu di 26 April 2019, para pecinta superhero Marvel 😎

Comments

  1. Bakal ditunggu2 di Endgame, sekuat apakah Capt. Marvel lawan Thanos

    ReplyDelete
  2. Alfie belum pernah nonton ini film mau pun film sebelumnya kak. Tapi mungkin 26 april akan nonton meski ketinggalan. Hahaha

    ReplyDelete
  3. Aku udah nonton, tapi kok dari berbagai serial yang ada, menurutku serial ini aja yang paling nggak guna. gimana, kayak diadain soalnya butuh aja, nggak begitu terikat banget sama serial lainnya.

    ReplyDelete

Post a Comment

Popular posts from this blog

Irrashaimase.. Nge-Sushi di Sushi Tei Aja, Yuk!

Sumber : www.sushitei.co.id Hai readers..! Pasti udah gak asing lagi dong dengan nama restaurant Jepang, yang outletnya sudah tersebar pada  kota-kota besar di Indonesia.. Yapss… Sushi Tei.. Saya lupa sejak kapan, saya begitu doyan nge-sushi. Yang pasti sejak saya masih di kampung halaman saya di Medan, saya udah mulai rajin merayakan gajian awal bulan saya buat bertemu “sumpit” kebahagiaan saya di Sushi Tei.  Nah, kali ini, saya mau me-review menu Sushi Tei yang udah pernah saya makan, dan enaak.. Bagi saya sih, semuanya enak.. Sushi is cheaper than therapy. Saya bisa loh hanya dengan makan sushi favorit, mood saya yg lagi jelek, bisa jadi baik.. Sushi is my mood-booster 😍 Ini beberapa menu Sushi Tei kesukaan saya… Irrashaimase…! Salmon Crispy Aburi Ini salah satu sushi favorit saya. Pasti selalu saya pesan, dan untuk sushi yang ini, 1 piring pasti buat saya (mana mau bagi2 :P) Saya ga terlalu pinter untuk mendeskripsikanny

5 ALASAN NOVEL "SANG ALKEMIS" WAJIB DIBACA

Sang Alkemis The Alchemist | Sang Alkemis Penulis   : Paulo Coelho Penerbit : Gramedia Pustaka Utama ISBN       : 978-602-03-2305-3 Tebal     : 216 hlm. Buku ini telah banyak direkomendasikan teman-teman, untuk saya baca. Novel yang telah lahir di tahun 1988 (bahkan sebelum saya lahir bo!) ini banyak menuai review positif dari para pembacanya. Mungkin, saya terlambat untuk membahas novel yang sudah terkenal seantero dunia ini. Namun, tujuan saya nge-blog adalah sharing tentang apa yang saya sudah baca, dan harapan saya, semoga review saya ini dapat memberi impact positif buat teman-teman yang membaca blog saya ini.. Hehehehe…. 😊 Buku ini mengisahkan tentang proses pencarian “harta karun” oleh seorang penggembala muda. Proses yang dialami Santiago (si penggembala muda) tidaklah mudah dalam menemukan harta karun tersebut. Hingga suatu saat, dia bertemu sang alkemis (seseorang yang dapat menciptakan sesuatu dari ketiadaan) dengan mengikuti pertan