Marie Kondo : Seni Beres - Beres Ala Jepang

Maret 17, 2019
Magic of Tidying Up - Marie Kondo



Setelah hampir 30 hari, saya belum sempat membagikan buku yang sudah saya baca... Akhirnya postingan ini muncul jugaaa πŸ˜‚πŸ˜‚ (beberapa hari terakhir ini, saya lagi kehipnotis sama serial tv America "Suits" πŸ˜‚ ) Mungkin nanti kalo udah sampai ke season 8, saya bakal bikin review-nya juga..

Okaayyy... Kali ini saya udah selesai melahap bukunya Marie Kondo, yang sebenarnya udah cetak dari tahun 2016 (versi Indonesia nya). Dewi Lestari, salah seorang novelis Indonesia favorit saya, banyak memberikan review bagus tentang buku ini, yang katanya mampu memberikan dampak positif ke kehidupan (terutama dalam hal beres-beres)

The Life-Changing Magic of Tidying Up atau lebih dikenal dengan Konmari sudah tayang di Netflix awal tahun 2019 kemarin. Sebegitunya efek dari Konmari ini. Membuat saya penasaran buat baca bukunya, yang sebenarnya udah dari akhir 2018 saya beli.. πŸ˜‚πŸ˜‚

Membuang Sampai Tuntas
Metode yang Konmari tawarkan adalah berbenah dengan cara membuang sampai tuntas, sehingga tidak menumpuk dan kemudian berbenah lagi di kemudian hari.

Mulai dari pakaian, peralatan rumah tangga, kertas2, majalah, sampai buku yang emang tidak pernah dibaca lagi dan tidak memiliki "efek kebahagiaan" buat kita sudah layak dibuang. Kalau dari yang sudah saya praktikan, saya menyumbang buku2 yang masih layak baca, pakaian yang masih layak pakai kepada yang membutuhkan.

Berbenah Berdasarkan Kategori Ajaibnya
Dalam buku ini Marie juga membagikan bagaimana menyimpan buku dengan benar. Awalnya semua buku yang ada di rak, ditebarkan ke lantai (sebanyak itu.. iyaa sebanyak itu diletakkan di lantai πŸ˜‚) kemudian, kita pilah dan pilih. Tanya pada diri sendiri, apakah buku teesebut mendatangkan kegembiraan atau tidak ketika disentuh.

Jujur saja, saya masih menyimpan buku-buku kuliah saya, dan komik2 masa jaya2nya.. Dan akhirnya saya ungsikan ke tempat yang tepat di luar rumah saya. Ternyata, saya terlalu penyimpan sampai2 buku kuliah saya aja masih ada πŸ˜‚πŸ˜‚ (saya tamat 2011 bisa banyangkan saya menyimpan selama itu)

Selain buku, Marie juga membagikan seni beres2 kategori lainnya, seperti pakaian, menyortir kertas, sampai cara melipat kaus kaki. Pasti pada suka menggulung kaus kaki dalam penyimpanan, yang ternyata tidak dibenarkan dalam Konmari.

Kaus kaki sebaiknya dilipat, agar memberikan "space" pada si kaus kaki untuk istirahat 😁😁

Benarkah Berbenah Membawa Nasib Baik?
Menurut Marie, tujuan berbenah yang sejati adalah agar bisa hidup senatural dan sewajar mungkin. Konmari yakin bahwa kondisi paling natural adalah memiliki barang yang kita cintai dan butuhkan saja. Fokusnya terjaga.

Dengan membenahi rumah melalu metode Konmari, kita secara langsung memilih untuk menyimpan batang-barang yang mendatangkan kegembiraan saja, dan mensyukuri yang benar- benar beharga dalam kehidupan kita.

Menurut Marie, membenahi rumah adalah cara terbaik untuk meraih nasib baik-kegembiraan dan bersyukur dikelilingi semua barang yang kita butuhkan saja. 

Kehidupan yang Sebenarnya Baru Dimulai, Setelah Membenahi Rumah
Pesan dari buku Konmari ini, secara keseluruhan adalah curahkanlah waktu dan antusiasme Anda untuk hal-hal yang paling menggembirakan, yang menjadi misi Anda dalam hidup ini...

Salah seorang klien Marie Kondo sempat berkata,
Saya menyadari sesuatu. Mengikhlaskan justru lebih penting daripada berbenah.

Bagi kamu yang tertarik buat mengetahui seni konmari ini, tapi ragu buat baca buku setebal 200 halaman, jangan khawatir.. Bisa streaming online lewat Netflix, karena di tv show nya Marie Kondo langsung mempraktikkan metode ini, dengan mendatangi rumah klien2nya...

Selamat berbenah dengan keikhlasan dan tentunya kegembiraan! 😊😊




1 komentar:

  1. Aku suka metode konmari. Bener kan, kita harus simpan benda yang sepakainya saja. Biar nggak mubazir juga ya kan... :)

    BalasHapus

Diberdayakan oleh Blogger.