Skip to main content

Marie Kondo : Seni Beres - Beres Ala Jepang

Magic of Tidying Up - Marie Kondo



Setelah hampir 30 hari, saya belum sempat membagikan buku yang sudah saya baca... Akhirnya postingan ini muncul jugaaa 😂😂 (beberapa hari terakhir ini, saya lagi kehipnotis sama serial tv America "Suits" 😂 ) Mungkin nanti kalo udah sampai ke season 8, saya bakal bikin review-nya juga..

Okaayyy... Kali ini saya udah selesai melahap bukunya Marie Kondo, yang sebenarnya udah cetak dari tahun 2016 (versi Indonesia nya). Dewi Lestari, salah seorang novelis Indonesia favorit saya, banyak memberikan review bagus tentang buku ini, yang katanya mampu memberikan dampak positif ke kehidupan (terutama dalam hal beres-beres)

The Life-Changing Magic of Tidying Up atau lebih dikenal dengan Konmari sudah tayang di Netflix awal tahun 2019 kemarin. Sebegitunya efek dari Konmari ini. Membuat saya penasaran buat baca bukunya, yang sebenarnya udah dari akhir 2018 saya beli.. 😂😂

Membuang Sampai Tuntas
Metode yang Konmari tawarkan adalah berbenah dengan cara membuang sampai tuntas, sehingga tidak menumpuk dan kemudian berbenah lagi di kemudian hari.

Mulai dari pakaian, peralatan rumah tangga, kertas2, majalah, sampai buku yang emang tidak pernah dibaca lagi dan tidak memiliki "efek kebahagiaan" buat kita sudah layak dibuang. Kalau dari yang sudah saya praktikan, saya menyumbang buku2 yang masih layak baca, pakaian yang masih layak pakai kepada yang membutuhkan.

Berbenah Berdasarkan Kategori Ajaibnya
Dalam buku ini Marie juga membagikan bagaimana menyimpan buku dengan benar. Awalnya semua buku yang ada di rak, ditebarkan ke lantai (sebanyak itu.. iyaa sebanyak itu diletakkan di lantai 😂) kemudian, kita pilah dan pilih. Tanya pada diri sendiri, apakah buku teesebut mendatangkan kegembiraan atau tidak ketika disentuh.

Jujur saja, saya masih menyimpan buku-buku kuliah saya, dan komik2 masa jaya2nya.. Dan akhirnya saya ungsikan ke tempat yang tepat di luar rumah saya. Ternyata, saya terlalu penyimpan sampai2 buku kuliah saya aja masih ada 😂😂 (saya tamat 2011 bisa banyangkan saya menyimpan selama itu)

Selain buku, Marie juga membagikan seni beres2 kategori lainnya, seperti pakaian, menyortir kertas, sampai cara melipat kaus kaki. Pasti pada suka menggulung kaus kaki dalam penyimpanan, yang ternyata tidak dibenarkan dalam Konmari.

Kaus kaki sebaiknya dilipat, agar memberikan "space" pada si kaus kaki untuk istirahat 😁😁

Benarkah Berbenah Membawa Nasib Baik?
Menurut Marie, tujuan berbenah yang sejati adalah agar bisa hidup senatural dan sewajar mungkin. Konmari yakin bahwa kondisi paling natural adalah memiliki barang yang kita cintai dan butuhkan saja. Fokusnya terjaga.

Dengan membenahi rumah melalu metode Konmari, kita secara langsung memilih untuk menyimpan batang-barang yang mendatangkan kegembiraan saja, dan mensyukuri yang benar- benar beharga dalam kehidupan kita.

Menurut Marie, membenahi rumah adalah cara terbaik untuk meraih nasib baik-kegembiraan dan bersyukur dikelilingi semua barang yang kita butuhkan saja. 

Kehidupan yang Sebenarnya Baru Dimulai, Setelah Membenahi Rumah
Pesan dari buku Konmari ini, secara keseluruhan adalah curahkanlah waktu dan antusiasme Anda untuk hal-hal yang paling menggembirakan, yang menjadi misi Anda dalam hidup ini...

Salah seorang klien Marie Kondo sempat berkata,
Saya menyadari sesuatu. Mengikhlaskan justru lebih penting daripada berbenah.

Bagi kamu yang tertarik buat mengetahui seni konmari ini, tapi ragu buat baca buku setebal 200 halaman, jangan khawatir.. Bisa streaming online lewat Netflix, karena di tv show nya Marie Kondo langsung mempraktikkan metode ini, dengan mendatangi rumah klien2nya...

Selamat berbenah dengan keikhlasan dan tentunya kegembiraan! 😊😊




Comments

  1. Aku suka metode konmari. Bener kan, kita harus simpan benda yang sepakainya saja. Biar nggak mubazir juga ya kan... :)

    ReplyDelete

Post a Comment

Popular posts from this blog

Irrashaimase.. Nge-Sushi di Sushi Tei Aja, Yuk!

Sumber : www.sushitei.co.id Hai readers..! Pasti udah gak asing lagi dong dengan nama restaurant Jepang, yang outletnya sudah tersebar pada  kota-kota besar di Indonesia.. Yapss… Sushi Tei.. Saya lupa sejak kapan, saya begitu doyan nge-sushi. Yang pasti sejak saya masih di kampung halaman saya di Medan, saya udah mulai rajin merayakan gajian awal bulan saya buat bertemu “sumpit” kebahagiaan saya di Sushi Tei.  Nah, kali ini, saya mau me-review menu Sushi Tei yang udah pernah saya makan, dan enaak.. Bagi saya sih, semuanya enak.. Sushi is cheaper than therapy. Saya bisa loh hanya dengan makan sushi favorit, mood saya yg lagi jelek, bisa jadi baik.. Sushi is my mood-booster 😍 Ini beberapa menu Sushi Tei kesukaan saya… Irrashaimase…! Salmon Crispy Aburi Ini salah satu sushi favorit saya. Pasti selalu saya pesan, dan untuk sushi yang ini, 1 piring pasti buat saya (mana mau bagi2 :P) Saya ga terlalu pinter untuk mendeskripsikanny

Review : Harry Potter and the Cursed Child

Harry Potter and the Cursed Child Finally, my new blog post on January 2019.. Lumos! Kali ini saya akan memberikan review buku yang berisikan skenario pementasan dari Harry Potter and Cursed Child, di West East London pada tahun 2016 lalu. Review saya berisikan spoiler. Jadi, sebelum kamu membaca lebih lanjut, silahkan quit my blog window kalo masih pengen baca sendiri tanpa spoiler-an. Tapi, kalo ga ada masalah, silahkan lanjut… hehehehe 😄 Kenapa saya memberikan penjelasan buku ini berisikan skenario?  Karena buku HP yang ke delapan ini berbeda dengan 7 seri HP lainnya. Pertama, alur cerita plot skenarionya beda, bukan seperti baca buku HP pendahulunya (pantas saja sebagian   potter head yang kecewa dengan buku ini). Kedua, konon katanya penulis buku ini tidak sepenuhnya JK Rowling. Rowling hanya memberikan karakter cerita miliknya, tetapi Jack Thorne yang “mengkaryakannya”.  Saya pribadi, sebenarnya tidak ingin membaca buku ini sejak English versi

Pengalaman Kehamilan dan Persalinan Pertama Bersama Ibupedia

Saya sedang hamil usia 7 bulan Menjadi seorang ibu hamil yang masih bekerja tidak selalu mudah untuk saya lakukan. Apalagi, ini merupakan kehamilan pertama saya, setelah penantian dua tahun. Terkadang deadline pekerjaan yang membuat saya harus pulang lebih lama dari biasanya menjadi tantangan di masa kehamilan saya. Dimana saat itu saya ingin tetap produktif dalam bekerja, namun tetap menjaga kenyamanan dan kesehatan janin saya.  Jujur saja, selama hamil saya rajin membaca artikel di Ibupedia   karena ini kali pertama saya jadi bumil. Saya sangat butuh banyak informasi akurat tentang kehamilan dan persalinan pada waktu itu. Ibupedia menjadi panduan saya, dalam mencari informasi yang akurat serta tips untuk bisa nyaman saat hamil dan melahirkan. Nah, saya pribadi pun mempunyai beberapa tips dalam menjaga kehamilan saya agar tetap aman dan nyaman selagi bekerja. Berikut tips yang dapat saya berikan.  Informasikan kepada Atasan dan Rekan Kerja tentang Kehamilan  Sumber:  Firmbee.com    U