New York Times Best Seller : Sebuah Seni Untuk Bersikap Bodo Amat

Desember 29, 2018

Mark Manson



Judul  : Sebuah Seni Untuk Bersikap Bodo Amat
Penulis : Mark Manson
Penerbit : Grasindo
Self Improvement / Pengembangan Diri / 243 hlm.

Setengah tahun sudah saya ga produktif nulis di blog ini.. (maafkan saya (ngomong sama diri sendiri)) ๐Ÿ˜ข (Semoga di tahun 2019 bisa produktif BACA terus KONSISTEN NULIS REVIEW, nggak boleh males, dengan alasan apapun (ngomong lagi sama diri sendiri)) ๐Ÿ’”๐Ÿ˜ข

Menjelang tahun 2019 ini, saya bakal review buku yang sangat happening di tahun 2018 (versi bahasa Indonesia ya, karena English version nya udah cetak dari tahun 2016) ๐Ÿ˜Œ

Nah, sewaktu pertama kali saya membaca judul buku yang berwarna oranye ini, saya agak cukup heran. "Bersikap Bodo Amat" seakan tidak relevan dengan "kitab" pengembangan diri lainnya yang sudah saya baca.
 
"Tapi, ini best seller loh," ujar suami saya, yang ngotot membelikan buku ini untuk saya.

For your info, saya lebih suka baca buku-buku pengembangan diri seperti ini, biografi tokoh2, dan sedikit novel fantasi, ketimbang teen-lit atau chick-lit atau novel2 fiksi lainnya. Jadi, di blog saya bakal jarang menemukan review novel2 yang sedang happening.

Bukan saya "gangguan jiwa" yaa ๐Ÿ˜๐Ÿ˜ Tapi mungkin, karena saya dulu kuliah SDM, dan saya juga senang membaca bacaan seperti ini, untuk terus beres2 dan benah2 diri dari "polusi kehidupan". ๐Ÿ˜๐Ÿ˜‚๐Ÿ˜‚
 
Okay, back to review...
Si penulis, Mark Manson memiliki pendekatan yang sedikit berbeda dari penulis self improvement books lainnya.

Menurutnya, bersikap masa bodoh sesungguhnya menghasilkan sesuatu yang besar. Menikmati rasa sakit dalam hidup, sebagai tenunan yang mengagumkan, kemudian rasa sakit itulah yang membentuk kain kehidupan.. Menurut Mark, merobek tenunan itu bukan saja mustahil dilakukan, tapi juga akan merusaknya.
    Berusaha menghindari rasa sakit sama halnya dengan berurusan terus menerus dengan rasa sakit itu sendiri

Seni Bodo Amat dalam buku ini, bukan mengajak pembacanya untuk bersikap acuh tak acuh.. Namun, lebih kepada, untuk bisa mengatakan bodo amat kepada kesulitan.. Pembaca diajak untuk peduli terhadap sesuatu yang lebih penting dari kesulitan itu sendiri...


Mark dalam bukunya memaparkan bagaimana cara menemukan sesuatu yang penting dan bermakna dalam kehidupan, agar dapat menjadi produktif dan perhatian pun tidak tercurah untuk hal-hal yang tanpa makna dan sembrono.

Jadi apa sih, inti buku ini?

Buku ini tidak berbicara, bagaimana cara meringankan masalah maupun rasa sakit. Bukan juga berisikan panduan untuk mencapai suatu hal-hal yang berifat keagungan.

Namun,...

Buku ini mengubah rasa sakit Anda menjadi sebuah peranti, trauma menjadi kekuatan dan masalah menjadi masalah yang lebih baik...



Buku ini tidak akan mengajari pembaca, tentang cara mencapai sesuatu dengan mengerahkan semua kekuatan untuk stay positive every time, any time...

Namun,... Lebih pada bagaimana cara berlapang dada, dan membiarkan sesuatu itu pergi (let it go)...

Menurut, Mark Manson, ini akan mengajari pembacanya untuk menyortir hal-hal yang paling penting saja, mengajari untuk memejamkan mata dan percaya bahwa bisa "menjatuhkan diri" ke belakang dan tetap dalam keadaan baik-baik saja..

Mark Manson, lebih ingin mengajak pembacanya untuk berpikir realistis, baik di dalam kegagalan usaha sekalipun. Lebih menitik beratkan pembacanya untuk berprinsip to do something lebih dahulu, kemudian dapat menularkan semangat berupa inspirasi dan motivasi..
        Jika seseorang merasa tidak termotivasi atau terinspirasi diawalnya, maka seseorang itu akan berasumsi kalau dirinya payah...

Mark sendiri adalah seorang blogger yang tinggal di New York. Mark memiliki komitmen untuk menjadi penulis dan meninggalkan rutinitas pekerjaannya..


Blog yang awalnya sepi pun menjadi blog populer dengan lebih dari 2 juta pembaca. Buku ini pun menjadi buku terlaris versi NY Times dan Globe and Mail. Sangat layak untuk dibaca dan dikoleksi.


Buku yang realistis dan memberikan harapan dalam hidup, serta kekuatan disaaat menghadapi masalah dan ketidakpastian.

    Dalam hidup ini, kita hanya punya kepedulian dalam jumlah yang terbatas. Makanya, Anda harus bijaksana, dalam menentukan kepedulian Anda - Mark Manson.

Manson menunjukkan pada pembacanya, pada era milenial ini, kunci untuk menjadi orang yang lebih kuat dan bahagia adalah dengan mengerjakan segala tantangan dengan lebih baik, dan berhenti memaksa diri untuk menjadi "positif" setiap saat.

2 komentar:

  1. ini masuk dalam wishlist saya nih kak. baca ulasannya jadi bikin makin pengin baca..

    salam kenal ya kak

    BalasHapus
  2. Terimakasih uda mampir mbak.. semangat.. ini bukunya bagus dan realistis.. salam kenal mbak ๐Ÿ˜Š

    BalasHapus

Diberdayakan oleh Blogger.