Movie Review : The Greatest Showman

Januari 13, 2018




Awalnya saya sempat tidak terlalu "merhatiin" judul film ini dengan seksama. Entah saya emang kelewat halu atau apa ya. Jadi, saya kira ini judulnya "The Greatest Snowman". Begitu merhatiin lagi jadwal nonton ke bioskop, ya ampyuuunnn Imelda sedikit jompo ya... Membaca aja sudah beribet.. Antara halu dan rabun beda tipis... Hahahhahaha...

Hugh Jackman adalah salah satu aktor favorit saya. Saya sempat sedih Wolverine "meninggal" di film Logan. Karena berawal dari Xmen lah, jatuh cinta pada pandangan pertama dengan salah satu superhero dari Marvel tersebut.Tidak itu saja, saya juga sedih dengar Hugh terkena kanker kulit dan harus istirahat dulu buat syuting film.

Begitu lihat poster The Greatest Showman, mata saya kedip-kedip. Itu Hugh Jackman kan? Wah, akhirnya dia kembali. Hugh berperan sebagai P.T. Barnum, pendiri sirkus Barnum dan Bailey. Film besutan Michael Gracey ini, membuat Hugh Jackman bernyayi dan menari. Ini tidak kali pertama Hugh menyanyi. Dalam film Les Miserables, Jackman juga dituntut untuk bernyanyi.

Beda dengan Les Miserables, yang filmnya lebih terkesan "dark", TGS lebih berwarna dan penuh dengan sirkus dan tarian. Menceritakan tentang kisah hidup seorang Barnum yang ingin meraih mimpinya untuk menjadi "terpandang", demi dipandang keluarga kekasihnya yang kastanya berbeda dengan dirinya. Barnum lahir dari keluarga penjahit, jatuh cinta pada Charity, seorang gadis kaya. 

Dreams come true. Barnum akhirnya berhasil mewujudkan mimpinya, dengan usaha sirkus dan teaternya. Kehidupannya dan keluarga membaik bahkan sangat baik. Hingga akhirnya dia bertemu dengan Jenny Lind, penyanyi yang menjadi "anak emasnya". Barnum menuai kesukesannya, hingga lupa ada Charity dan anak-anak mereka yang juga butuh sosok ayah dari Barnum.

Saya tidak berani bilang film ini sepenuhnya based on true story, karena di beberapa media saya baca, tidak semua kisahnya itu sesuai dengan kenyataan. Walaupun, sebagian tokohnya sempat "hidup" di dunia nyata. Film ini sangat menginspirasi kita buat wujudin mimpi kita. Bermimpilah, berusahalah untuk gapai mimpimu apa saja itu. Jangan minder dengan kekuranganmu. Karena kita tidak pernah tahu, kekurangan kita malah menjadi kelebihan kita di depan orang lain dan dunia.

Tidak ada komentar:

Diberdayakan oleh Blogger.