The Alpha Girl's Guide - Henry Manampiring

November 07, 2017


Judul : The Alpha Girl’s Guide

Penulis : Henry Manampiring

Penerbit : Gagas Media

ISBN : 978-979-780-848-8

Tebal : 253 hlm.



Sesuai dengan judulnya, buku Om Piring ini worth it banget dijadiin panduan buat perempuan berusia sekitar 18 – 20 tahunan. Buku ini dikemas simple namun berisi. Sang penulis tidak hanya memberikan tips-tips menurut pandangannya sendiri. Namun, mencari sumber-sumber dari alpha female yang luar biasa. Di buku ini terselip juga wawancara singkat dengan alpha female favorit saya, Najwa Shihab. Tidak semua perempuan bisa menjadi alpha dalam lingkungannya. Kalau kata Om Piring, jika semua menjadi pemimpin siapa yang menjadi anggota.



Buku ini tidak menjanjikan pembacanya untuk menjadi perempuan atau wanita alpha. Tapi paling tidak, dapat menjadi cewe yang smart, punya kualitas dan anti galau tentunya. Tips-tips yang dipaparkan mulai dari bagaimana menjadi seorang alpha student sampai wanita alpha dalam karir dan dunia kerja.



Dari semuanya, yang menjadi highlight dalam catatan saya adalah bab yang berisikan soal pernikahan. Kenapa? Karena dulu sebelum saya menikah (sekarang juga masih sih), saya akrab sekali dengan pembahasan “pengen nikah”. Menikah adalah topik yang tidak main-main bagi seorang wanita alpha. Alpha female tidak asal menikah dengan alasan-alasan yang tidak pasti.



Menikahlah pada saatnya sudah yakin dengan pasangan kita lahir batin. Menikahlah jika sudah yakin akan menjadi satu tim yang baik seumur hidup nanti. Bukan dihantui dengan perasaan umur, temen-temen sudah nikahlah apalagi untuk menghindari cemoohan keluarga besar. Menikahi orang yang salah jauh lebih menderita daripada hidup sendiri.



Pernikahan adalah salah satu keputusan terpenting untuk alpha female. Calon suami yang tepat bisa membawa (hampir) surga dunia, tetapi calon suami yang salah bisa membawa neraka dunia. Om Piring berpesan, jauhi laki2 yang bersifat destruktif. Perilaku destruktif seorang cowo dapat berlanjut menjadi gejala mental yang serius. Seperti menggunakan narkoba, korupsi, menyiksa binatang dan punya rasa insecurity yang parah saat pasangan lebih sukses dari nya (ini sih nope banget ya, harusnya bangga dong sama pasangan yang sukses di karirnya).



Sering juga ada pertanyaan yang penuh harapan, "Apakah dia akan berubah setelah menikah nanti?" Buku ini juga mengulas pertanyaan semacam itu. Om Piring saja tidak tahu jawabnya, apalagi saya hahahahhaa...

Hanya pria yang bersangkutan sendiri yang mengetahui perubahan sifatnya untuk ke depan.

Om Piring hanya berpesan jangan gambling untuk hal semacam ini. Kebiasaan-kebiasaan buruk yang destruktif itu bersifat prinsipil. Mempunyai dampak besar bagi keluarga. Jika si cowo tidak berubah setelah menikah, maka konsekuensinya besar bahkan nyawa bisa jadi korbannya.



Cinta saja tidak cukup dalam pernikahan (statement ini benar banget). Bukan harus menikahi seorang pria dari keluarga kaya raya, tapi menikahlah dengan pria yang memiliki kapasitas mau maju dan bekerja keras untuk menjadi cowo mapan. Cinta itu buta, tapi harus realistis juga sih (ini statement saya, wanita yang sudsh menikah :D )



Realistis juga dalam arti bukan mendambakan pasangan yang sempurna kayak pangeran berkuda putih datang tiba-tiba menghampirimuuu… Intinya seorang alpha female akan menghindari cowo yang males. Ini dapat dilihat dari masa pacaran.  Apakah lelaki tersebut pekerja keras? Bagaimana dia menggunakan kecerdasan emosinya saat berkompetisi dalam karir? Bagaimana dia menghadapi kegagalan, apakah dia fight atau menyerah galau sampai bertahun-tahun? Cowo yang pemalas dan main-main saat kuliah akan dihindari oleh wanita alpha. Menurut saya ini benar, jangan takut untuk kehilangan stock cowo. Biarkanlah mereka meningkatkan kapasitas mereka menjadi seorang lelaki seutuhnya (hahahahha… seutuhnya aja udah bahasanya).



Terkadang ada anggapan menjadi seorang wanita alpha sering sekali dianggap galak, ambisius, pemberani, tegas dan blak-blakan. Walaupun tidak semua orang mempunyai presepsi begitu. Nah, penulis juga membahas sifat-sifat yang harus dihindari wanita alpha dalam membina hubungan.



Dalam relationship harus dapat dibedakan saat menjadi leader dalam perusahaan misalnya dengan menghadapi pria yang telah menjadi pacar  kita.  Pria mempunyai sifat yang mendasar untuk dihormati sebagai calon kepala keluarga, dan butuh respect dari pasangannya. Seorang alpha female harus bisa menjaga kedewasaannya dengan tidak menjadi seorang yang dominan, dan menomorsatukan ego dalam hubungan.



Baiklah, sekian review dari saya tentang buku yang worth to buy ini. Semoga kita para wanita dapat terus cerdas berkarya (walaupun sudah menikah) dan menuliskan juga meluluskan the alpha future kita menurut goals masing-masing.






Tidak ada komentar:

Diberdayakan oleh Blogger.