Book Review | Catatan Najwa - Najwa Shihab

November 22, 2017



Penulis : Najwa Shihab
Penerbit : Literati
ISBN : 978-602-874-058-6
Tebal : 183 hlm.
Setiap orang punya keunikan,
tapi sering tertutupi kebiasaan.
. . . . . . . . . . . . 
Bukankah melelahkan jika selalu ikut tren,
apalagi hanya agar dianggap keren.
. . . . . . . . . . . . 

Hidup kelewat berharga jika dihabiskan dengan mengulang-ulang kebiasaan.
(Berani Tampil Beda)

Penggalan kalimat-kalimat diatas merupakan catatan Najwa dalam episode Mata Najwa tanggal 6 Juni 2015. Penonton setia Mata Najwa tentunya familiar dengan catatan-catatan Najwa yang selalu dibacakan di setiap akhir episode. Catatan-catatan mba Nana tersebut kemudian menjadi buku yang saya review sekarang.

Awalnya saya mengira buku ini berisikan pengalaman dan sepak terjang Najwa pada saat interview orang-orang penting Indonesia di tayangan Mata Najwa. Buku ini nyatanya berisikan pandangan Najwa yang dibalut dengan rima dan diksi yang khas.

Buku yang dikategorikan sebagai buku sosial politik ini, dikemas dengan layout yang menarik. Tidak terlalu berat dibaca untuk kaum awam politik seperti saya. Kontradiktif memang, saya mengagumi mba Nana dengan Mata Najwa-nya, namun saya tidak begitu tertarik dengan politik. Saya memilih untuk hanya sekedar tahu, dan sesekali nge-twit ngomentari isu-isu politik di lini masa saya.

Tak banyak yang dapat saya review dari buku ini. Saya bagikan beberapa catatan Najwa yang melekat di benak saya.

Di timur ada eksotisme yang memesona,
ada juga kegelisahan yang membahana.
. . . . . . . . . . . . 
Sebab Indonesia adalah barat, tengah dan timur,
tak boleh ada bagian yang tersungkur.
Jika timur ada yang terluka,
di barat harus juga merasa duka.
Jika yang tergores ada padamu, 
yang mengerang haruslah suaraku.
(Melihat ke Timur) 


Di tanah kita agama dan tradisi saling memberi arti,
membuka peluang saling menghargai.
Indonesia negara hebat,
pelaku demokrasi yang melesat cepat.
Mari menjaga yang kita miliki,
membangun tradisi baru yang bebas korupsi.
(Melihat Indonesia)



Tidak ada komentar:

Diberdayakan oleh Blogger.